Di babak kedua PBFC langsung tampil menekan. Lini tengah Persib dibuat tak berkutik setelah masuknya Ferinando Pahabol. Di menit ke 69, Boaz Salossa akhirnya mencetak gol, setelah menerima umpan dari Terens Puhiri. Boaz berhasil menambah golnya sebelum Persib memperkecil skor akhir lewat gol Vladimir Vujovic di menit ke 81.
Berkenaan dengan "final prematur" tersebut, saya berkesempatan mewawancarai pelatih tim Maung Bandung, Coach Djanur (Djajang Nurjaman).
Berikut wawancaranya:
Hhehehe.....
Dalam B.Indonesia, terkadang kita menemui kalimat yang 'tidak biasa'. Ya, kalimat berkonotasi (konotasi=kiasan). Kalimat yang seperti itu merupakan kalimat 'gaya' dan permainan bahasa dari penuturnya. Tidak bisa diartikan sebagaimana apa adanya, tapi harus dimaknai sebagai 'cara pengungkapan lain' dari pengungkapan biasa. Lebih keren 'kan kalau kita menyebut "bulan" dengan kata "sang dewi malam"? Atau lebih sopan "kupu-kupu malam" ketimbang "pelacur"? Atau yang ini "sogokan" diganti dengan "amplop"?
"Terlalu pagi untuk membicarakan..." maksudnya adalah "Terlalu cepat untuk membicarakan..."
Saat ini, Piala Presiden 2015 sedang jeda untuk leg kedua babak perempatfinal. Delapan tim sedang berjuang untuk meraih kampiun turnamen tahun ini.
Lebih lanjut, kalimat berkonotasi itu disebut juga majas (gaya bahasa).
Sumber berita: detik

Editorial Staff
"Selamat pagi, coach...
"Selamat kepada PBFC. Sebenarnya kami bisa saja menyamakan kedudukan bila handball di kotak penalti diberikan buat Persib"
"Bagaimana menurut Anda permainan tim Anda dan bagaimana kans di leg kedua nanti?"
"Menurut prediksi Anda, tim manakah yang bakal menjuarai Piala Presiden tahun ini?"
0 Comments